Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Siti
● online
Siti
● online
Halo, perkenalkan saya Siti
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Beranda » Blog » 7 Mitos Seputar Bakar Lemak

7 Mitos Seputar Bakar Lemak

Diposting pada 27 Mei 2024 oleh Admin / Dilihat: 44 kali / Kategori:

Di era modern ini, informasi mengenai diet dan pembakaran lemak beredar luas di masyarakat, namun tidak semuanya dapat dipercaya sepenuhnya. Banyak mitos yang sering kali membuat kita bingung dan mungkin salah langkah dalam mencapai tujuan kebugaran.

Dalam artikel ini, kami akan membahas tujuh mitos seputar pembakaran lemak yang sering terdengar, serta memberikan penjelasan berdasarkan pengalaman praktis. Dengan memahami dan meluruskan mitos-mitos ini, Anda dapat menjalani program diet dan latihan dengan lebih efektif dan bijaksana. Mari kita telusuri satu per satu mitos yang perlu Anda ketahui untuk mencapai tubuh ideal dengan cara yang sehat dan berkelanjutan.

7 Mitos Seputar Bakar Lemak

Mitos 1: Harus Zero Karbo untuk Bakar Lemak

Banyak yang berpendapat bahwa tubuh hanya akan membakar lemak jika tidak ada insulin, yang muncul karena konsumsi karbohidrat. Namun, mencapai nol karbohidrat sangat sulit dalam praktik. Idealnya, yang lebih realistis adalah diet rendah karbohidrat (low carbs), yaitu di bawah 50 gram per hari, seperti dalam diet ketogenik. Tubuh akan masuk ke dalam keadaan ketosis, di mana lemak diubah menjadi keton sebagai sumber energi.

Mitos 2: Harus Konsumsi Lean Protein

Diet lean protein sering diandalkan oleh binaragawan, tetapi untuk keberlanjutan diet sebagai gaya hidup, variasi dan kombinasi protein lebih disarankan. Konsumsi protein tidak hanya dari dada ayam, tetapi juga dari protein berlemak (fatty protein) seperti daging merah, salmon, atau telur. Ini memberikan energi yang lebih stabil dan membantu mempertahankan diet.

Mitos 3: Jangan Makan Lemak Sama Sekali

Takut terhadap lemak adalah kesalahpahaman. Lemak alami tidak berbahaya, kecuali lemak trans atau minyak goreng yang telah diproses. Lemak sehat bisa berasal dari mentega, alpukat, minyak zaitun, atau ikan. Lemak ini diperlukan untuk metabolisme yang sehat dan bisa membantu pembakaran lemak tubuh.

Mitos 4: Harus Kardio Setiap Hari

Kardio memang membantu membakar kalori, tapi bukan satu-satunya cara. Aktivitas sehari-hari seperti naik turun tangga juga bisa membakar kalori. Latihan beban lebih efektif karena meningkatkan massa otot, yang pada gilirannya meningkatkan pembakaran kalori bahkan saat istirahat.

Mitos 5: Latihan Beban Harus dengan Repetisi Tinggi

Latihan beban tidak harus selalu dengan repetisi tinggi. Latihan dengan repetisi sedang hingga rendah (6-12 repetisi) dengan beban yang lebih berat lebih efektif untuk membakar lemak. Hal ini karena otot membutuhkan energi lebih banyak, sehingga meningkatkan pembakaran kalori total harian.

Lihat juga: Cara konsisten olahraga

Mitos 6: Latihan Perut untuk Mengecilkan Perut

Latihan perut memang penting, tetapi tidak akan efektif mengecilkan perut tanpa melibatkan latihan otot besar lainnya seperti kaki. Latihan kaki membakar lebih banyak kalori dan membantu mengurangi lemak perut.

Mitos 7: Prolong Fasting

Fasting atau puasa berkepanjangan memang populer, tetapi harus dilakukan dengan bijak. Jangan terjebak dalam ego fasting, di mana tujuan puasa berubah dari melatih kedisiplinan menjadi sekadar tantangan ego. Fokus pada esensi puasa untuk kesehatan, bukan untuk pencapaian ekstrem.

Demikian tujuh mitos seputar pembakaran lemak yang seringkali disalahpahami. Tetaplah realistis dan konsisten dalam menjalankan program diet dan latihan Anda.

Dedi Purnomo
Follow: latihanbeban

Tags: , ,

Bagikan ke

7 Mitos Seputar Bakar Lemak

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

7 Mitos Seputar Bakar Lemak

Don`t copy text!
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: